Tepat sebulan yang lalu kami merasakan bencana yang cukup
besar. Dimulai dari hujan deras yang turun tanpa henti, cuaca buruk hingga
puncaknya saat banjir yang melanda hampir separuh sumatra. Semua berada pada
mode siaga, air yang hanya bisa kita lihat di sungai perlahan memasuki rumah,
ia singgah tanpa diundang dan siap menyapu siapa saja.
Pengalaman pelik dari rusaknya hutan sumatra dan hutan lainnya di Indonesia seakan dirasakan saat ini. Banjir yang datang bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah akumulasi dari keputusan-keputusan ekonomi yang kita ambil selama bertahun-tahun. Ketika hutan dibuka tanpa kendali, daya serap tanah menurun drastis.
.png)

.png)
.png)
