Thursday, January 15, 2026

Menjaga Hutan Sembari Mendapatkan Deviden dari Pajak Karbon

 

Tepat sebulan yang lalu kami merasakan bencana yang cukup besar. Dimulai dari hujan deras yang turun tanpa henti, cuaca buruk hingga puncaknya saat banjir yang melanda hampir separuh sumatra. Semua berada pada mode siaga, air yang hanya bisa kita lihat di sungai perlahan memasuki rumah, ia singgah tanpa diundang dan siap menyapu siapa saja.

 

Pengalaman pelik dari rusaknya hutan sumatra dan hutan lainnya di Indonesia seakan dirasakan saat ini. Banjir yang datang bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah akumulasi dari keputusan-keputusan ekonomi yang kita ambil selama bertahun-tahun. Ketika hutan dibuka tanpa kendali, daya serap tanah menurun drastis.

Share:

Tuesday, December 30, 2025

Memantau Banjir dari Balik Layar: ASUS AiO V400 Series Serta Kisah Pemulihan Aceh dan Sumatra

Tanggal 26 November 2025 menjadi rabu kelabu dari luapan amarah siklon, air bah dari langit seakan tak ada hentinya turun. Bermula dari malam Jumat di tanggal 20 November, awan kelabu menyelimuti daratan Sumatra dengan hujan dan angin tanpa henti. Prakiraan cuaca menyebut ada siklon besar yang akan mampir di Sumatra, ia seakan tak puasa hanya mengitari daratan sekali tapi dua kali. Hari minggu seakan memberi jeda sebelum petaka besar berlanjut keesokan harinya.

 

Terbukti sejak malam Selasa  amukan tiada henti, mengirimkan kubik air langit tanpa henti. Saya baru kali mendengar suara hujan sederas dan sekuat ini seumur hidup. Rasanya suaranya sangat deras dan tanya henti, perlahan genangan berubah menjadi aliran air yang memenuhi selokan dan sungai. Pertanda tanah sudah jenuh menerimanya.

Share:

Friday, October 31, 2025

Panduan Memilih, Merawat, dan Mengenal Sarung Tinju

 

Tahun 2024 menjadi lembaran baru, tahun di mana saya mencoba belajar bela diri dan mimpi saya sebagai petinju. Sejak kecil saya sangat terobsesi sebagai petinju karena bagi saya olahraga ini menantang. Tiap minggu pagi di rumah sudah dihiasi oleh tontonan kakek dan paman saya yang saat itu prime time menonton kartun pagi.

 

Saat itulah saya berebut remote tv dengan paman hingga kakek karena mereka menonton tinju. Ada banyak pertandingan besar tinju kala itu, bagi anak kecil itu bukanlah sesuatu yang seru. Hanya dua orang pria tegap keringatan yang tidak memakai baju saling melempar pukulan satu sama lain. Siapa yang paling kuat bertahan sampai akhir ronde sebelum roboh atau nantinya dihentikan oleh wasit.

Share:

Thursday, October 23, 2025

Selamat Tinggal Google Scholar, Kini Eranya Consensus AI

Dulu membuat skripsi begitu sulit, hanya ada satu harapan mendapatkan banyak referensi tulisan. Semua itu ada di pustaka kampus, ia ibarat jendela dunia yang membantu mahasiswa yang ingin lulus cepat atau menunggu Drop out  membuat karya tulisnya.

 

Lalu dunia digital seakan menyelamatkannya, saat Google punya ide bahwa referensi di mesin pencarinya terlalu umum. Tak cocok buat para saintis dalam mendapatkan tulisan terbaik yang mereka inginkan. Tak hanya modal tulisan di website atau blog.

Share:

Sunday, October 12, 2025

Ginidok, Ketika Suara Dokter Berevolusi Menjadi Data Cerdas

Pada tahun 1800-an awal, ada seorang dokter muda asal prancis bernama Rene Laennec. Ia punya penemuan besar dalam menganalisis pasien kala itu. Dari alat kayu sederhana itu, dunia kedokteran belajar satu hal yakni inovasi besar sering lahir dari kebutuhan sederhana.

 

Nah dari alat sederhana itu ia mendengarkan detak jantung dan suara paru-paru tanpa harus menyentuh pasien. Alat itu kini dikenal dan jadi ciri khas dokter dengan baju putihnya yakni stetoskop. Rasanya simbol ini terus melekat era dengan dokter hingga kini.

Share:

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer