Pernah kita bertanya, mengapa ada negara yang
warganya rela dipotong penghasilannya hampir separuh hanya untuk pajak, uniknya
tidak terdengar demonstrasi besar karena pajak. Sementara di negara lain,
Ketika tarif pajaknya jauh lebih rendah, masih banyak orang yang berusaha
menghindar, menunda, atau bahkan tidak merasa perlu membayarnya. Perbedaannya
ternyata bukan sesederhana angka pada tarif pajak. Ada sesuatu yang jauh lebih
mahal daripada uang yang dibayarkan setiap tahunnya pada negara.
Bayangkan dua negara. Di negara pertama, hampir setengah gaji hasil bekerjanya masuk ke kas negara melalui pajak. Namun sebagian besar warganya tetap membayar dengan sukarela bahkan menganggap sebagai bagian dari kontribusi mereka pada negara. Sementara di negara kedua, tarif pajak jauh lebih rendah. Namun masih banyak wajib pajak yang harus memilih menghindar, tidak melapor, atau sekadar merasa pajak bukan urusan yang penting. Negara pertama adalah Denmark sedangkan yang kedua yakni Indonesia.


.png)


